KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
94. Stefanus III (IV) (768-772)
Stefanus lahir di Syrakusa, Sisilia. Terpilih menjadi paus pada 7 Agustus 768 setelah terjadi pertempuran dan peperangan yang hebat, diakibatkan oleh tekanan dari kaum awam yang menghendaki Konstantinus dan Philipus menjadi paus. Philipus mengundurkan diri atas kemauannya sendiri sehari setalah nominasinya. Sedangkan Konstantinus dijatuhkan oleh kekuatan tentara dan diikuti kekacauan, lalu dijebloskan ke dalam penjara.
Kepausan telah mulai menjadi suatu kekuasaan duniawi dengan segala pengarauhnya yang membuat banyak mulut bocor, termasuk para kaum awam. Untuk menanggulangi halangan pentahbisan dalam klerus, awam yang bersedia hanya butuh berkomplot dengan uskup atau orang yang dapat dipaksa dengan kekerasan pada waktu yang tepat. Untuk mengatasi kecendrungan yang serius ini, diadakanlah sebuah konsili di Lateran, dimana dengan kehadiran beberapa uskup Perancis, ditetapkan bahwa tidak ada orang awam yang dapat dipilih menjadi paus jika tidak terlebih dahulu menjadi cardinal. Dalam konsili ini, Konstantinus diadili, dihukum, dianiaya dan dirajam sebelum divonis mati. Semenjak itu, tahun 769, hak memeilih paus dicabut dari kaum awam dan dibatasi hanya kepada para imam Gereja Roma. Pada saat ini muncul untuk pertama kalinya sebutan cardinal. Pemakaian gambar-gambar secara benar dianggap ortodoks. Stefanus mendukung keberadaan orang-orang Kristiani di Palestina dengan segala cara, termasuk mengoreksi perbuatan-perbuatan Charlemagne.
Dalam urusan-urusan politik, Paus Stefanus bersikap ambigu, mau bekerja sama dengan kaum Frank atau dengan kaum Lombardia. Akhirnya ia memilih bekerja sama dengan kaum Frank. Ia dengan tegas menghimbau Raja Pepin untuk tidak menikahkan kedua puteranya dengan kedua putrid Raja Desiderius. Himbauan ini tidak diindahkan, dan ternyata ia menjadi seorang nabi yang baik. Stefanus wafat pada 24 Januari 772.
|